Skip to content

“Kehidupan” baru

Tidak Ada yg lebih menarik, dari mencoba sesuatu yg baru. Begitu juga kami sekeluarga, yg mencoba sebuah kehidupan baru di kota yg baru, lingkungan baru dan “strata” baru.

Untuk baru yg terakhir, memang cukup mengejutkan banyak fihak, karena terhitung saya baru manager kemarin sore, lha koq tiba tiba mendapakan SK naik dan menjabat sebagai orang noner 1 di area Sulawesi maluku Papua.

Semoga hati dan karakter saya tidaj berubah menjadi lebih tidak baik, bagaimanapun juga, cobaan ini harus dijalani, sebagai bagian seorang hamba yg menjalani skenario hidup dr penciptanya.

Amin

Formasi 4-3-3 (BaliNusra series)

Banyak bentuk formasi di sebuah team sepakbola, salah satunya yg banyak dipake oleh team ternama adalah formasi 4-3-3, dan Barcelona adalah salah satu team yg memakai formasi ini.

Dua tahun terakhir, bohong jika para penggemar olahraga paling populer ini, mengaku tidak tahu dengan Barcelona, sebuah team papan atas di daratan eropa (tepatnya di spanyol), dengan deretan prestasi yg luar biasa.

Tidak dipungkiri bahwa, salah satu kunci sukses barca (sebutan lain team barcelona), adalah deretan nama pemain yg menjadi punggawa di masing masing posisinya, namun hampir semua pengamat bola “mengamini”, bahwa faktor utama nya adalah, “racikan” strategi dari sang coach, yaitu guardiola yg luar biasa, bahkan pelatih klub mentereng lain pun memuji pelatih yg tergolong masih muda ini, tak terkecuali pelatih kontroversial maurinho, yg tentu saja “memuji” guardiola dengan cara cara nya yg nyleneh, hehe.
Lalu apa yg dilakukan guardiola sehingga barca begitu istimewa? Mari kita coba telaah dari sudut pandang awam kita (sebagai bukan “orang bola”).

Yg pertama adalah pemosisian pemain, sesuai dengan karakter dan fungsinya di posisi yg tepat. Kedua alur strategi 4-3-3, bisa begitu “apik” di implementasikan dalam setiap permainan, seakan akan bola punya mata, sehingga bisa mencari pemain dengan sangat pas, pada posisi dan fungsi pemain tersebut.

Secara awam, team di bali nusra ini juga sebuah team dengan formasi 4-3-3. Hah koq bisa?, walaupun ngga pas benar, namun mari kita bayangkan dan angan angan dari benak kita masing masing, yg notabene bukan “ahli bola”.

Mari kita mulai dari 3 penyerang di depan, yg bertugas untuk mencetak gol (baca: pelanggan) sebanyak-banyaknya, adalah Marcomm, Outlet dan Community. Marcomm jelas bahwa objective mereka adalah bagaimana customer mengetahui (awareness), tertarik (interest) dan berkeinginan (desire) untuk mencoba produk kita.

Pemain depan selanjutnya adalah Outlet. Outlet mempunyai tugas yg sangat vital, yaitu sebagai striker utama, dengan harapan gol gol bisa tercipta dari nya, tidak heran jika pemain tengah dan bahkan hampir seluruh team, menaruh harapan besar ke “pemain” yg satu ini. Untuk itu aktifitas aktifitas guna mendukung outlet, merupakan prioritas utama. Tak jarang outlet menjadi sasaran “tackling” dari pemain musuh, dengan memberi godaan godaan, agar permainan outlet untuk team kita tidak maksimal.

Pemain depan berikutnya adalah community. Pemain yg satu ini juga sebagai pencetak Gol, walaupun dengan cara yg berbeda, namun tak jarang gol gol tercipta dari “kaki” pemain yang satu ini.

Lalu siapa saja 3 pemain di posisi tengah? Pemain pertama di tengah adalah Channel Management (CM) dan cluster Officer (CO) dengan tugas utama memastikan “supply” bola dari seluruh lini, sampai dan mengarah ke pemain depan, pemain ini harus cek dan kontrol, bahwa bola harus terus mengalir, khususnya ke outlet, sang striker utama.

Pemain kedua diposisi centre adalah para Head (HoA dan HoSA), tugas mereka sangat sangat vital, sebagai jendral lapangan tengah, mereka lah yg mengatur ritme permainan, sesekali mereka harus turun membantu pertahanan, dan sesering mungkin memberikan instruksi di depan agar gol gol bisa tercipta, bisa dipastikan badge Captain sering berada di lengan mereka.

Dan distributor adalah Pemain ketiga yg berada di posisi tengah ini. Tanpa mereka permainan akan pincang, karena mereka ibarat pipa air, yg mengalirkan bola secara terus menerus ke para pemain depan. Dan mereka ngga boleh capek atau berhenti sejenak, karena bola harus selalu available, kapanpun dimanapun, terutamanya di posisi striker utama, yaitu outlet.

Kita mundur ke 4 pemain di belakang, dengan fungsi utama sebagai penahan serangan dari masing-masing fungsinya, namun harus secara aktif mensupport aktifitas serangan yg dilakukan oleh pemain tengah dan depan, sesekali mereka boleh maju ke depan u/ membantu mencetak gol, namun pos utama mereka tidak boleh terlupakan, mereka harus disiplin menjaga dan mensupport di fungsi masing masing, mereka adalah Finance, Procurement, Tehnikal dan IT/GA/Properti.

Dan yg terakhir sang penjaga gawang adalah galeri dan retensi, sekuat tenaga, mereka akan menjaga rasa nyaman bagi customer, sehingga gawang tidak kebobolan, walaupun saat ini, mereka juga dituntuk u/ bisa mencetak gol, yg tentu saja intensitasnya tidak seperti striker, namun skill serta kreatifitas mereka untuk mencetak gol pun harus terus diasah, sembari terus menjaga gawang dengan sangat waspada dan penuh senyum, sehingga gol gol musuh ke gawang kita bisa di minimalisir semaksimal mungkin.

Dan di bulan desember ini, coach kita yaitu para manajemen, sudah menginstruksikan ATTACK, yg berarti segala daya upaya kita harus kita “setel” lebih maksimal, kerjasama team, disiplin, skill dan kreatifitas harus lebih di optimalkan.

Yang kedua, dalam setiap permainan, guardiola selalu berpesan ke pemainnya agar senantiasa berfikir bahwa skor masih 0-0, walaupun menang 3-0, mindset harus selalu 0-0 agar tidak lengah karena pongah, begitu juga saat kebobolan 0-3, mindset juga harus di setting 0-0, agar tidak putus asa, minder atau merasa kalah, padahal waktu pertandingan masih terus berjalan.

Nhah entah pas atau tidak, namun secara umur akhir tulisan ini memicu dua pertanyaan. Siapkah kita mengemban tugas di posisi masing masing? Dan sudahkah kita senantiasa setting semangat di “score 0-0” ?

Hanya masing masing dari diri kita yang mampu menjawabnya.

Salam
Dodik Ariyanto
Channel Management Area Bali Nusra.

Mulai “realisasi” Mimpi (Cluster NTB Series)

Dalam banyak kesempatan, saya selalu menyampaikan kalimat dengan bersemangat, harapannya audience pun bisa ikut tertular energi semangat tersebut, Tak terkecuali ketika saya berbicara di depan team Mataram. Pandangan mata, raut muka, serta bahasa tubuh saya, seolah olah ingin bertanya, “apakah ada gambaran pesimis disana?”. Dan semoga team mataram menjawab (yg tentu saja dalam hati masing-masing), “tidak”. Sehingga seluruh raga, akal dan jiwa teman-teman pun, mendapat asupan optimisme disana.

Kesulitan, kendala, kekurangan dan apapun yg negatif yg dirasa team mataram, memang sesuatu yg nyata, tidak bisa di nafikan, dan itu (sekali lagi) nyata. Saya hanya akan mengajak anda bermimpi, bahwa kesulitan itu, kelak akan menjadi sebuah kemudahan, bahwa kendala, kelak akan menjadi kesempatan, dan kekurangan kelak akan menjadi peluang. Mari bermimpi tentang hal tsb, dan mari mimpi itu kita realisasikan bertahap sekarang.

Minggu lalu kita sudah “gelar” secara terbuka elemen-elemen bisnis yg kita punya, dan sekaligus kita “vis a vis”kan (bandingkan) secara integral,antara indosat dengan kompetitor kompetitor. Dan dari skooring “vis a vis” tersebut, bisa disimpulkan bahwa memang tidak bisa memenangkan lombok secara sekaligus, akhirnya terpilihlah area-area prioritas, dengan cara cara “penggarapan” yg khusus sesuai dengan skalanya. Disini saya ajak team mataram mulai merealisasikan mimpi mimpi untuk lombok, dimulai dengan penggarapan secara fokus dan tepat serta cepat, area area prioritas yg sudah “terpilih” tersebut.

Dan untuk mengukur, seberapa jauh mimpi telah mulai di realisasikan, saya memberi target, bahwa traffik dan vlr attach mataram, bisa tumbuh hingga diatas 20%, di minggu ke 3 Januari 2012.

Saat mimpi itu tercapai, tidak salah rasanya kalau saya dengan bangga, memberikan sertifikat ucapan selamat, bahwa si A (satu persatu nama) adalah bagian dari Mataram super attack team, yg telah menumbuhkan traffik dan vlr attach di P.Lombok diatas 20% dalam waktu 5 minggu (periode 4 Des 2011 – 15 Januari 2012). Dan ini sebagai bentuk pengakuan secara resmi dari saya serta manajemen yg lain, bahwa “si A” adalah benar-benar anggota mataram super attack team, yg terlibat aktif dan nyata, sehingga Mataram bisa tumbuh sedemikian Fantastis dalam waktu singkat.

Harapan “pengakuan” penghargaan tertulis ini adalah, bahwa ini menjadi bukti otentik yg tertulis, yg bisa di tunjukkan ke anak cucu kelak, atau ke management indosat lainnya (selain saya dan SAM Nusra) dan bahkan bisa di tunjukkan ke banyak industri lain, bahwa anda adalah profesional berkualitas, yg pernah menjadi member of mataram super attack team.

Namun mimpi hanya sekedar mimpi, jika kita hanya tersenyum sembari tetap terlelap dengan mimpinya, untuk itu saya bersama SAM Nusra akan menjadi orng pertama yg “melangkah”, dan kemudian “menggandeng” seluruh team mataram, agar senantiasa sigap dan siap untuk merubah mimpi menjadi kenyataan indah nan membanggakan.

Selamat akhir minggu, dan selamat menyiapkan energi serta kreatifitas untuk minggu depan, dan senin besok adalah sebuah hari yg bisa dilingkari merah di kalender masing-masing, untuk menandakan bahwa besok adalah tanggal dimana kita (team mataram dan saya serta SAM Nusra) memulai menapakkan kaki kaki untuk realisasi mimpi.

Salam,
Dodik Ariyanto
CM Manager BaliNusra
TaskForce and Person in Charge for Cluster Mataram on behalf SAM Nusra